10 Maret 2013

Catatan Akhir PKLI Di MAN Kota Blitar



Tulislah apa yang ada di pikiranmu. Luapkan dalam coretan-coretan indahmu. Dan sepuluh tahun lagi mungkin kau akan tertawa atau bahkan mungkin coretan itu akan menjadi sebuah memori yang mahal. menjadi sebuah cerita tersendiri yang bisa dikenang. Yups, selagi kita masih bisa menulis, kenapa kita tidak meluapkannya dalam coretan-coretan? Meskipun coretan itu hanya bisa kita nikmati sendiri (hehe... menghibur diri ni?)
MAN KOTA BLITAR,  sekolah di mana aku akan menginjakkan kakiku berkelana di tanah asing daerah BLITAR selama 2 BULAN. Ku tatap semua manusia di sekelilingku, ku pandangi teman-teman PKLI ku yang sebagian besar belum pernah aku lihat di kampus. 30 menit 1 hari cukup untukku mengingat nama-nama mereka. ya tersimpan beban pertanyaan "Akankah aku bisa lewati PKLI ku dengan indah bersama mereka?" would not know unless I go through it, sepertinya kalimat itu pantas menggambarkan jawaban atas pertanyaanku. aku tidak akan pernah tau sebelum aku melaluinya, itulah jawabannya.
Aku, aku yang selalu ingin menjadi aku yang bertindak dan berbicara dengan rule ku sendiri. 2 bulan sudah aku melewati masa PKLI ku, dan aku lewati dengan suka cita. ya terlepas dari aku di menjadi bahan olokan oleh teman-temanku, itu tak masalah karena sejauh aku melangkah aku merasa nyaman berada di hunian kontrakan dan sangat menikmati PKLI ku bersama teman-teman seperjuangan ku.
Mengenal siswa-siswi di MAN KOTA BLITAR Terutama murid-muridku KELAS X-I sungguh mengesankan. pengalaman yang membawaku membuka lebar hati dan mataku untuk melihat faktanya kehidupan keras di sana. terlepas dari latar belakang mereka, mereka adalah anak-anak yang masih sangat membutuhkan perhatian dan kasih sayang. pada dasarnya anak itu sekalipun nakal nya tak menahan tetapi mereka memiliki ukuran kelebihan masing-masing.

Berbagi pengalaman praktik ngajarku di sana, yaa menyadari akan statusku yang di sana belum menjadi guru tetapi masih seorang mahasiswa, jadi status itulah yang membuat adik-adik semua masih meremehkan kakak PKLI saat pelajaran. hal demikian sepertinya perlu dinikmatin saja, inget kata abah ibuk "SEMUA DILAKUKAN DENGAN NIAT IBADAH HASILNYA PASRAHKAN ALLAH". itulah yang menguatkan ku. Thank you very much ummy. untuk my love, makasih untuk  pengertian dan kepercayaan kamu selama PKLI ini, kamu ada motivator terhandal yang pernah ku temui. I LOVE U
Selasa, Maret 2031. Perasaan sedih, senang, dan bahagia mengiringi langkah kaki ini meninggalkan MAN KOTA BLITAR . Senang karena tugas Praktik Kerja Lapangan Interatif (PKLI) selama dua bulan telah usai. Namun, di sisi lain tergurat kesedihan karena akan meninggalkan orang-orang hebat di MAN KOTA BLITAR.
Memulai perjuangan PKLI pada tanggal 07 Januari 2013 bersama Rozy, Ainul, Kumbar, Agus, Fadil, Iqbal, Tony, Aisyah, Dijhe, Lala, Kamila Dan Miftah didampingi Bapak  FATAH YASIN sebagai Dosen Pembimbing Lapangan (DPL). Sangat beruntung, karena kita adalah sebuah kelompok yang kompak, saling mengisi dan melengkapi. Bersama mereka juga saya temukan makna kerja sama yang sesungguhnya. Canda dan tawa senantiasa menghiasi hari-hari kita di base camp (MAN KOTA BLITAR). Di tempat yang sama, terkadang kita juga Narsis-narsis alias foto-foto bersama di kala tak ada jadwal mengajar untuk menyegarkan fikiran. Sungguh mengasyikkan....
Dalam melaksanakan tugas, saya bersyukur karena mempunyai guru pamong yang luar biasa, yaitu Ibu DWI LESTARI RAHAYU S.Pd, saya dibimbing untuk menjadi guru geografi walaupan pada kenyataannya saya selama dibangku kuliah tidak pernah suka yang namanya geografi, walaupun demiakian guru pamong saya mengajarkan saya agar tak hanya handal menyampaikan materi, namun juga senantiasa memotivasi siswa
Awalnya memang tidak mudah. Perlu adaptasi dengan siswa baru. Syukur alhamdulilah, proses adaptasi itu berjalan dengan baik. Satu per satu nama saya berusaha menghafalkan tapi tidak semua saya menghafalakan namanya samapai sekarang. Mengajar di kelas X-I akan menjadi salah satu kenangan yang tak kan terlupa. Yah, selain mengajar di dalam kelas layaknya guru sesungguhnya. Saya dan teman-teman juga sering masuk kekelas walaupun hanya menemani teman yang mengajar di kleas yang sama. Menjadi sebuah kebanggaan tersendiri ketika kami dapat menampung telenta siswa dalam ACARA PERPISAHAN BERSAMA MURID-MURID KELAS X MAN KOTA BLITAR. Respon positif dari siswa akan kegiatan ini.
Akhirnya, semua kenangan indah di MAN KOTA BLITAR tidak akan cukup bila saya tumpahkan dalam catatan singkat seperti ini. Tak cukup hanya dengan foto-foto yang jumlahnya ratusan yang akan hilang bila dihapus. So, apa yang harus saya lakukan? Jawabannya adalah: Saya harus mengambil hikmah dari perjalanan PKLI di MAN KOTA BLITAR untuk menjadi seorang guru Geografi maupun Guru Mata Pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial yang lain yang profesional & inspiratif. Semoga cita-cita saya dapat terwujud segera. Amin.


Memories List In My Life

FOTO Bersama TEMAN-TEMAN PKLI UIN MALIKI MALANG 

FOTO Bersama MURID-MURID  

DAN AKU SENANG, KARENA INI SANGAT MENYENANGKAN UNTUK DIKENANG DI SUATU SAAT NANTI


 UNTUK TEMAN-TEMAN PKLI SEMUA
MARI KITA BANGUN KEBERSAMAAN DIANTARA PERBEDAAN SEBAB BEGITU INDAHNYA KEBERSAMAAN DALAM PERBEDAAN
-Semoga Menjadi-
The Next Golden Generation For Better Revolution
 

Ditulis Oleh : Amierul Azzam ~ Amierul El Neymar JR

Amier El Neymar JR Sobat sedang membaca artikel tentang Catatan Akhir PKLI Di MAN Kota Blitar. Dan terimakasih atas kunjungan sobat. Oleh Admin : Sobat diperbolehkan mengcopy paste atau menyebar-luaskan artikel ini, namun jangan lupa untuk meletakkan link dibawah ini sebagai sumbernya

:: Get this widget ! ::

1 komentar:

Amierul Azzam mengatakan...

Semoga Berhasil Teman-Teman.....