27 Juni 2013

Promosi Ekspor Dan Distribusi Impor

Promosi Ekspor Dan Distribusi Impor
Oleh : Muh. Amiruddin Salem (09130118)

A.     KEBIJAKAN PROMOSI EKSPOR (PE)
Promosi ekspor (PE) merupakan salah satu alternatif mengatasi cepat jenuhnya pasar domestik, sebab pasar luar negeri relatif jauh lebih besar daripada pasar domestik. Kebijakan PE umumnya dilakukan setelah berhasil melaksanakan SI, kendati ada juga yang melakukan secara bersamaan

Tujuan kegiatan promosi ekspor yang dilakukan olehperusahaan adalah untuk mengenalkan perusahaan dan produk yangdiproduksi kepada calon pembeli di Luar Negeri. Hal ini promosiberperan penting dalam daur kehidupan usaha yang dilakukanperusahaan. Seperti dalam pengertian promosi, yaitu seperangkattehnik pemasaran untuk mengkomunikasikan segala sesuatu tentangproduk atau komoditas kepada kelompok sasaran atau pasar untukmencapai tujuan akhir upaya pemasaran yaitu produk atau komoditaskita menjadi pilihan utama bagi pelanggan (Jabbar:2007).
Menurut Terence A. Stamp (2003) sebagai produsen suatukomoditi ekspor, yang penting diperhatikan adalah bahwa komoditiapapun yang diproduksi harus sesuai dengan selera calon pembeli.Pembeli hanya berminat membeli suatu barang dengan komoditi itusesuai dengan kebutuhan, keinginan dan harga.Aktifitas promosi ekspor mempunyai pengaruh penting ataspenjualan yang dicapai oleh perusahaan. Pengelolaan yang efektifatas sumber daya yang mahal tersebut adalah esensi untuk mencapaihasil imbalan optimal dan pengeluaran promosi ekspor. Karena setiapbentuk promosi ekspor memiliki kekuatan dan kelemahan sendiri,strategi promosi ekspor yang terintegrasi memasukkan keunggulandari setiap komponen dalam perancangan suatu bauran promosiekspor yang efektif biaya.Menurut Landa dan Robin (2001) untuk meningkatkan transaksiekspor impor diperlukan kegiatan promosi yang tepat. Kegiatan inidilakukan oleh para eksportir dan badan-badan khusus sertapemerintah sendiri.
1.       Definisi promosi
Promosi adalah upaya penjual dalam memperkenalkan komoditas yang dihasilkan kepada calon pembeli.
2.       Apa tujuan promosi
Tujuan promosi adalah untuk menarik minat calon pembeli terhadap komoditas yang akan diperkenalkan.
3.      Apa yang dimaksud dengan promosi ekspor
Promosi ekspor adalah upaya penjual (eksportir) memperkenalkan komoditas yang dihasilkannya kepada calon pembeli di luar negeri (importer) dengan tujuan menarik minat mereka untuk membeli komoditas yang diperkenalkan dengan pembayaran dengan valuta asing.
4.      Bagaimana posisi promosi dalam pemasaran ekspor
Promosi memegang peranan kunci nan strategis dalam strategi pemasaran ekspor. Promosi menduduki posisi selaku ujung tombak dalam kegiatan pemasaran suatu komoditas. Tanpa promosi calon pembeli tidak akan mengenal dengan baik komoditas yang kita hasilkan. Tanpa mengenal komoditas kita, calon pembeli tidak akan berminat untuk membelinya. Tanpa pembeli komoditas kita tidak akan laku diekspor.
Promosi merupakan salah satu unsure dari strategi bauran pemasaran. Unsure-unsur bauran pemasaran itu antara lain:
*      Product yaitu komoditas yang kita hasilkan
*      Price yaitu harga penjualan yang kita tawarkan.
*      Promotion yaitu upaya memperkenalkan komoditas.
*      Place of distribution yaitu wilayah sasaran ekspor.
*      Power yaitu bantuan pemerintah dalam mendorong ekspor.
*      Public support yaitu kekuatan lobby legislative dalam mendorong ekspor.
Keenam unsure ini disebut 6Pnya, disebut Marketing Mix (Bauran pemasaran)
5.      Media apa yang dipakai untuk berkomunikasi
Pada umumnya media yang digunakan adalah surat menyurat karena penjualan dan pembeli berdomisli di dua Negara yang berbeda. Pengalaman menunjukkan 80% dari transaksi perdagangan ekspor dilakukan dengan cara korespondensi dan 20% sisanya dilakukan dengan cara negosiasi tatap muka yang akhirnya juga dikonfirmasukan dalam bentuk tertulis.[1]

6.      Faktor yang dapat menjelaskan bahwa kebijakan PE mampumendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih pesat dibandingkan kebijakan SI, yaitu:
*      Kaitan sektor pertanian dengan sektor industri, misalnya agroindustri yang berkembang karena berorientasi pada bahan baku pertanian. Dengan adanyakaitan ini, maka permintaan sektor industri terhadap sektor pertanian tetap dapatdipertahankan.
*      Skala ekonomi (economies of scale) dapat dicapai karena permintaan ekspor yangskalanya cukup besar, sehingga dapat diproduksi secara manufaktur/ masal.
*      Meningkatnya persaingan atas prestasi perusahaan karena kuatnya persaingan pada pasar dunia.
*      Dampak kekurangan devisa atas pertumbuhan ekonomi dapat diatasi. Meskipun kebijakan PE memberikan manfaat, namun juga ada beberapa masalah:

Meskipun kebijakan PE memberikan manfaat, namun juga ada beberapa masalah:
*      Cepat jenuhnya pasar internasional 
Cepat jenuhnya pasar internasionaldisebabkan oleh faktor permintaan dan penawaran. Dilihat dan sisi permintaan, apa yang diekspor oleh NSB seperti pakaian, makanan olahan, barang-barang elektronik sederhana, bahkan kendaraan, umumnya merupakan barang kebutuhan pokok bagi negara maju.Sebagai barang kebutuhan pokok,elastisitas permintaannya (elastisitas harga dan elastisitas pendapatan) sangat rendah, sehingga pasarnya relatif tetap.
*      Makin kuatnya kebijakan proteksi oleh negara-negara maju.
Sekalipun negara-negara maju memiliki keunggulan komparatif dalam produksi teknologi padatmodal dan ilmu pengetahuan, mereka tetap melakukan proteksi terhadap industri-industri yang berteknologi sederhana

7.      Kelompok promosi ini terdiri dari :
*      Kantor perwakilan dari eksportir di negara importir.
*      Kantor perwakilan KADIN di dalam negeri atau luar negeri..
*      Misi perdagangan dan pameran dagang internasional.
*      Badan Pengembangan Ekspor Nasional (BPEN).
*      Kantor Bank Devisa di dalam negeri atau di luar negeri.
*      Trade Commisioner atau bagian ekonomi dari setiap kedutaan diluar negeri.
*      Majalah dagang dan industri atau Trade Directories  termasukYellow Pages dalam petunjuk telepon.
*      Brosur danleaflet. Bauran promosional ekspor adalah istilah yang dipakai untukmengacu pada pilihan alat promosionalnya yang digunakan dalamrangka memasarkan sebuah produk atau jasa (Jabbar:2007).
Unsur-unsur bauran promosional ekspor tersebut antara lain :
1.       Kombinasi situasi komersial.
2.       Terlepas dari negara.
3.      Tahap pembangunan ekonomi dan lingkungan kompetitifnya.
Penekanan relatif diletakkan pada bagian yang berbeda-bedamenurut tipe produk, persepsi manajemen atas kegunaan dari setiapelemen, dan praktik-praktik yang umumnya dijalani oleh perusahaandi negara yang berbeda. Setiap industri dan perusahaan memilihbauran promosional ekspor berbeda-beda, tergantung pada tujuan,kemampuan dan pasarnya. Dengan tujuan bisa menjangkau sasarandengan cara yang paling efektif.
8.      Strategi Promosi Ekspor
Strategi promosi ekspor memadukan promosi penjualan dan publisitas ke dalam sebuah program yang mengkoordinasi untuk berkomunikasi dengan para pembeli dan pihak lain di luar negeri untuk mempengaruhi keputusan pembelian (M. Suyanto, 2007:219).
1.          Promosi & Teknik PromosiPromosi adalah suatu bentuk komunikasi yang dilakukanuntuk merangsang minat calon pelanggan untuk membeli produkyang dipromosikan. Teknik promosi adalah suatu cara yangdigunakan agar kegiatan promosi dapat mencapai tujuannyasecara baik.
2.         Promosi Ekspor diperlukan untuk :
*      Meningkatkan penjualan.
*      Membangun loyalitas/kesetiaan pelanggan di luar negeri.
*      Penguasaan/mempertahankan pangsa pasar internasional.
*      Mempererat kongsi perdagangan negara eksportir danimportir.
*      Memperkenalkan produk dan inovasi baru.
*      Meningkatkan citra produk dan perusahaan baik di dalammaupun di luar negeri.[2]
B.     KEBIJAKAN SUBTITUSI IMPOR (SI)
1.        Pengertian
Kebanyakan Negara berkembang memajukan industrialisasi di negaranya dengan harapan akan meningkatkan kesejahteraan rakyatnya. Industrialisasi dilakukan melalui dua cara, yaitu substitusi impor dan diversifikasi impor. Penyelenggaraan industrialisasi membutuhkan banyak perlengkapan kapital, akan tetapi kebanyakan negara berkembang belum mampu membuat perlengkapan kapital secara mandiri. Untuk memenuhi kebutuhan perlengkapan kapital, negara akan mengekspor barang primernya agar dapat mengimpor dengan barang kapital. Jadi perekonomian negara berkembang dibangun atas dasar ekspor produksi barang impornya. Kebutuhan negara berkembang akan barang kapital berkesinambungan dengan kebutuhan negara maju untuk memelihara kelangsungan produksi barang-barang primer. Karena terlalu fokus pada produksi primer untuk diekspor, negara berkembang mengalami ketidakstabilan pendapatan dalam pembangunan ekonominya.
Ketidakstabilan pendapatan ini disebabkan oleh:
*      Persaingan barang impor semakin besar
*      Nilai tukar barang impor negara berkembang rendah
*      Fluktuasi harga produksi primer di pasar dunia
Untuk mengatasi kesulitan pendapatan devisa dan penggunaannya, substitusi impor dan diversifikasi ekspor merupakan cara baik mengatasi masalah tersebut. Melalui diversifikasi ekspor negara tidak hanya terpaku pada satu atau dua macam barang ekspor, sehingga bila terjadi kerugian pada satu barang dapat diimbangi dengan keuntungan dari barang lainnya. Karena dasar tukar barang industry lebih tinggi dari barang produksi primer, negara dapat menghasilkan sendiri barang kebutuhannya, hal tersebut akan mengurangi pengeluaran. Masalah yang terjadi pada ekspor industri primer mengakibatkan kenaikan ekspor lebih lambat daripada kenaikan impor. Ini disebabkan oleh elastisitas pendapatan lebih rendah akan permintaan impor terhadap barang produksi primer.
Rendahnya elastisitas pendapatan terhadap impor produksi primer di negara maju disebabkan oleh:
*      Kenaikan produksi barang primer di negara maju.
*      Perubahan pola konsumsi yang menurunkan hasrat mengkonsumsi
*      Kemajuan teknologi yang mengurangi kebutuhan bahan baku
*      Perkembangan bahan sintetis
*      Diberlakukan peraturan yang membatasi impor barang produksi impor
Tingginya elastisitas pendapatan terhadap impor barang produksi di Negara berkembang disebabkan oleh
*      Bertambahnya jumlah penduduk dan berlakunya efek pamer internasional
*      Kebutuhan barang produksi semakin besar
*      Usaha meningkatkan hasil produksi primer guna meningkatkan pendapatkan devisa
*      Dorongan untuk mendirikan industry subtitusi impor dan industry ekspor
Berhasilnya pembangunan ekonomi negara maju dimulai dengan industrialisasi dengan menciptakan produk untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri. Setelah subtitusi berhasil, sebagian hasilnya diekspor ke luar negeri dan ditukarkan dengan barang kebutuhan pembangunan. Negara berkembang selain mengimpor barang industri juga mengekspor bahan makanan. Industri subtitusi impor memerlukan banyak banyak alat dan mesin serta bahan makanan. Dalam pelaksanaannya dibutuhkan banyak devisa untuk mengimpornya dan memicu dinaikkannya pendapatan sektor ekspor. Kalau negara tidak berhasil menaikkan pendapatan ekspornya, terpaksa harus mengadakan pinjaman luar negeri.
Pada awalnya industrialisasi didasarkan atas pasar dalam negeri dalam bentuk barang substitusi impor. Adanya pasar tersebut mendorong industry substitusi impor berkembang lebih pesat apabila disertai suatu proteksi sehingga akan menghemat penggunaan devisa. Devisa yang dihemat dapat digunakan untuk mengimpor barang kapital dan barang lainnya yang belum dapat diproduksi sendiri.
2.      Motif-Motif Substitusi Impor
1.       Bagi negara berkembang, substitusi impor dimaksudkan untuk mengurangi atau menghemat penggunaan devisa. Devisa merupakan barang langka bagi negara berkembang, maka dalam penggunaannya harus selektif. Penggunaan devisa lebih ditekankan pada proyek-proyek yang mengurangi devisa namun memberikan hasil cukup dan dapat menambah penghasilan devisa.
2.       Substitusi impor timbul bila pemerintah suatu negara berusaha memperbaiki neraca pembayarannya, baik melalui kuota maupun tarif. Kebijakan macam ini akan mengurangi jumlah barang impor namun permintaannya masih besar. Negara akan berinisiatif untuk menghasilkan barang pengganti. Hal ini akan meningkatkan keuntungan sektor industri.
3.      Beberapa negara mengadakan industrialisasi dengan tujuan memenuhi kebutuhan dalam negeri dan adanya semangat kemerdekaan cinta produk dalam negeri. Keadaaan ini mendorong timbulnya substitusi impor pada barang konsumsi pokok maupun barang kapital. Jadi industri substitusi impor dalam kasus ini tidak terlalu mempertimbangkan biaya, yang penting tujuan politis dapat tercapai melalui usaha sendiri.
4.      Anggapan bahwa industri subtitusi impor bukan untuk mengurangi atau mengganti barang impor, namun karena pemerintah bertujuan untuk mengembangkan perekonomian dalam negeri.
Adanya substitusi impor akan diperoleh keuntungan, berupa penghematan devisa atau pertumbuhan infrastruktur. Kadang kenyataan tidak sama dengan konsep teori. Walaupun menurut teori sangat untung, pada kenyataannya hasil yang dicapai tidak seperti harapan. Ini dikarenakan ada permasalahan dalam menghasilkan substitusi impor.Masalah yang muncul dalam usaha substitusi impor antara lain:
1.       Kualitas barang yang dihasilkan Kebanyakan kualitas barang yang dihasilkan dalam negeri sering kali lebih rendah dibandingkan barang impor. Kualitas yang rendah akan menurunkan kepercayaan konsumen di luar negeri.
2.       Biaya produksi Pada tahap awal industrialisasi membutuhkan banyak modal dan capital yang dibutuhkan juga banyak. Langkanya faktor capital pada Negara berkembang memaksa untuk mendatangkan capital dan tenaga ahli dari luar negeri. Sebagai hasil dari multplier effeck itu tidak dapat ditekan biaya produksinya, sehingga mengakibatkan harga lebih mahal dibanding produk impor.
3.      Efisiensi alokasi faktor produksi Dalam suatu perkembangan ekonomi diperlukan berbagai macam faktor, antara lain: faktor kapital, faktor tenaga kerja, faktor sumber daya alam, serta faktor wiraswasta dan teknologi.
*        Kapital Pada Negara berkembang, factor capital merupakan factor langka. Namun seringkali penggunaannya kurang efisien. Untuk mendorong mandirinya industry substitusi impor dapat diterapkan proteksi.
*        Tenaga kerja Angkatan tenaga kerja negara berkembang pada umumnya kurang terdidik. Untuk mengatasinya perlu mendidik tenaga kerja yang ada ataupun dengan mendatangkan tenaga ahli dari luar negeri. Namun mendatangkan tenaga ahli dari luar seringkali mengkonsumsi capital.
*        Sumber daya alam Negara berkembang mempunyai sumber daya alam yang potensial. Namun baru sedikit yang diolah. Untuk mengolahnya membutuhkan teknologi dan kemampuan wiraswasta yang memadai. Hendaknya dipilih secara selektif sumber daya mana saja yang potensial mendukung perekonomian.
*        Wiraswasta dan teknologi Jumlah wiraswasta masih belum tercukupi, ini karena mungkin terbentur oleh keadaan sosial-budaya, system politik, ataupun adat-istiadat setempat. Penggunaan wirasawasta harus seefisien mungkin dengan pertimbangan berbagai alternative.
3.      Substitusi Impor Dan Pinjaman Luar Negeri
Berdasarkan realitanya, jumlah kapital negara berkembang jauh lebih sedikit dibanding kebutuhan pembangunannya. Karena belum dapat memproduksi sendiri alatnya, terpaksa harus mengimpor dari negara lain, pembayarannya menggunakan devisa.
Devisa dapat diperoleh melalui:
*      Mengekspor barang ke luar negeri
*      Menarik pinjaman/kredit luar negeri
*      Bantuan/hadiah pemberian negara lain
*      Menarik capital asing untuk diinvestasikan langsung dalam negeri
Sumber devisa utama negara berasal dari ekspor barang dan jasa serta pinjaman luar negeri. Negara berkembang terpaksa melakukan pinjaman luar negeri karena rendahnya devisa akibat nilai tukar barang produksi primer rendah di pasar luar negeri.
4.      Segi Positif Dan Negatif Dari Pinjaman Luar Negeri
*      Segi positif Merupakan sumber yang tidak sedikit peranannya dalam pembangunan ekonomi negara termasuk pembangunan substitusi impor.
*      Segi negative Adanya pinjaman luar negeri suatu negara akan terikat suatu kewajiban, yakni kewajiban membayar pinjaman berupa pokok pinjaman beserta bunganya. Akibat pembayaran kembali pinjaman tersebut, kemampuan untuk mengimpor barang guna memenuhi kebutuhan dalam negeri akan berkurang. Devisa yang diperoleh dari pendapatan ekspor harus digunakan untuk mengangsur pinjaman. Dengan demikian akan terjadi purchasing power dalam negeri.
5.      Substitusi Impor Dalam Inflasi
Inflasi dapat menguntungkan dalam suatu perekonomian, namun tak jarang inflasi banyak merugikan. Keuntungannya adalah inflasi dapat membawa perbaikan bidan ekonomi maupun nonekonomi. Pada negara maju, inflasi lunak mendorong kegiatan ekonomi dan pembangunan yang berdampak pada tingkat full employment.
Hal ini tidak dapat terjadi pada negara berkembang dikarenakan:
*      Negara kekurangan wiraswasta
*      Negara mempunyai sedikit excess capacity
*      Inflasi tidak diikuti naiknya investasi riil
*      Pendapatan masih rendah
6.      Substitusi Impor Di Berbagai Sektor
Substitusi impor dianggap ada apabila pada suatu barang tingkat produksinya meningkat lebih cepat daripada impornya. Namun ini mempunyai kelemahan bila ternyata produksi dalam negeri tetap sedangkan impor menurun karena berbagai pembatasan.
1.       Industry Barang Konsumsi Pokok Sebagian besar Negara berkembang memulai dengan membangun industry yang menghasilkan barang pokok, walaupun tak jarang membangun dengan basic capital. Alasan suatu negara memulai industry yang menghasilkan barang pokok:
*      Tingkat pendapatannya masih rendah
*      Efek pamer pada Negara sedang berkembang
*      Pasar barang konsumsi lebih luas ketimbang pasar barang capital
*      Tingkat teknologi yang lebih sederhana dan mudah
2.       Industry Pangan (Pertanian) Pada Negara berkembang untuk memperoleh pendapatan devisa dialkukan dengan cara menaukkan ekspor dan mengurangi impor serta dihubungkan dengan usaha mencapai swasembada (self sufficiency) pangan bidang pertanian. Seandainya swasembada pangan telah tercapai, dilakukan inisiatif ekspor. Untuk mencapai tujuan yang direncanakan dibutuhkan kenaikan produksi melalui kredit-kredit produksi, pemasaran hasil yang lebih baik, perluasan tanah serta perbaikan tanah pertanian, dll.
Agar pembangunan pertanian berhasil perlu memperhatikan beberapa factor berikut:
*      Pemasaran hasil pertanian harus terjamin
*      Harus ada perubahan teknologi terus menerus
*      Tersedianya alat-alat bagi petani di tempat bekerja
*      Ada motivasi bagi petani untuk lebih produktif
*      Adanya tranportasi murah dan efisien
3.      Industry Jasa Pembangunan ekonomi membutuhkan banyak capital dan tenaga kerja. Apabila suatu Negara tidak mencukupi skill tenaga kerjanya, maka akan mengimpor tenaga ahli dan teknisi dari Negara maju. Selain mengusahakan substitusi ekspor di bidang industry dan pertanian dapat mencoba bidang jasa.
Pendorong negara berkembang untuk beralih pada industri jasa adalah:
*      Negara berkembang banyak mengirimkan warga negaranya ke negara maju untuk mendapatkan pendidikan yang lebih baik
*      Masih bergantungnya jasa pengangkutan pada pihak luar yang berakibat mahalnya harga


Ditulis Oleh : Amierul Azzam ~ Amierul El Neymar JR

Amier El Neymar JR Sobat sedang membaca artikel tentang Promosi Ekspor Dan Distribusi Impor. Dan terimakasih atas kunjungan sobat. Oleh Admin : Sobat diperbolehkan mengcopy paste atau menyebar-luaskan artikel ini, namun jangan lupa untuk meletakkan link dibawah ini sebagai sumbernya

:: Get this widget ! ::

Tidak ada komentar: