24 Maret 2013

Makalah Tentang Pasar Dan Pemasaran



MAKALAH PASAR DAN PEMASARAN
Oleh : Muh. Amiruddin Salem

BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Dalam pengertian yang sederhana atau sempit pasar adalah tempat terjadinya transaksi jual beli (penjualan dan pembelian) yang dilakukan oleh penjual dan pembeli yang terjadi pada waktu dan tempat tertentu. Atau dapat juga diartikan tempat bertemunya calon penjual dan pembeli.
Sedangkan definisi pasar secara luas menurut W.J. Stanton adalah orang-orang yang mempunyai keinginan untuk memenuhi kebutuhan, uang untuk belanja serta kemauan untuk membelanjakannya. Di pasar antara penjual dan pembeli akan melakukan transaksi. Transaksi adalah kesepakatan dalam kegiatan jual-beli. Pada umumnya suatu transaksi jual beli melibatkan produk/barang atau jasa dengan uang sebagai alat transaksi pembayaran yang sah dan disetujui oleh kedua belah pihak yang bertransaksi.
Pasar atau konsumen dapat dibedakan menjadi dua golongan, yakni konsumen akhir (pasar konsumen) dan pasar bisnis (pasar industri). Dimana pasar konsumen adalah sekelompok pembeli yang membeli barang-barang untuk dikonsumsi dan bukannya untuk diproses lebih lanjut. Sedangkan pasar bisnis adalah pasar yang terdiri dari individu-individu atau organisasi yang membeli barang untuk diproses lagi menjadi barang lain dan kemudian dijual.
Pemasaran adalah salah satu kegiatan dalam perekonomian yang membantu dalam menciptakan nilai ekonomi. Nilai ekonomi itu sendiri menentukan harga barang dan jasa. Faktor penting dalam menciptakan nilai tersebut adalah produksi, pemasaran dan konsumsi. Pemasaran menjadi penghubung antara kegiatan produksi dan konsumsi. Banyak ahli yang telah memberikan definisi atas pemasaran ini. Definisi yang diberikan sering berbeda antara ahli yang satu dengan ahli yang lain. Perbedaan ini disebabkan karena adanya perbedaan para ahli tersebut dalam memandang dan meninjau pemasaran. Dalam kegiatan pemasaran ini, aktivitas pertukaran merupakan hal sentral. Pertukaran merupakan kegiatan pemasaran dimana seseorang berusaha menawarkan sejumlah barang atau jasa dengan sejumlah nilai keberbagai macam kelompok social untuk memenuhi kebutuhannya. Pemasaran sebagai kegiatan manusia diarahkan untuk memuaskan keinginan dan kebutuhan melalui proses pertukaran.
Definisi yangpaling sesuai dengan tujuan tersebut adalah :Pemasaran adalah suatu proses social dan manajerial yang didalamnya individu dan kelompok mendapatkan apa yang mereka butuhkan dan inginkan dengan menciptakan, menawarkan, dan mempertukarkan prosuk yang bernilai kepada pihak lain (Kotler, 1997).
B. Rumusan Masalah
1.  Apa pengertian pasar dan pemasaran?
2.  Bagaimana orentasi pemasaran?
3.  Macam-macam pasar?
4.  Bagaimana kegiatan pemasaran?
C. Tujuan
1.  Untuk mengetahui pengertian pasar dan pemasaran?
2.  Untuk mengetahui Bagaimana orentasi pemasaran?
3.  Untuk mengetahui Macam-macam pasar?
4.  Untuk mengetahui Bagaimana kegiatan pemasaran?


BAB II
PEMBAHASAN

1.  Pengertian Pasar Dan Pemasaran
      Pada dasarnya pasar adalah temat pertemuan antara penjual dan pembeli . atau pasar adalah daerah atau tempat (area) yang didalamnya terdapat kekuatan-kekuatan permintaan dan penawaran yang saling bertemu untuk membentuk suatu harga.
      Pasar dapat pula diartikan sebagai kelompok orang-oran yang diorganisasikan untuk melakukan tawar-menawar (dan melakukan tempat bagi penawaran dan permintaan) sehingga dengan demikian terbentuk harga. Pengertian pertma biasanya disebut pengertian konkret, sedangkan pengertian yang kedua disebut sebagai pengertian yang abstark.
      Kedua pengertian di atas masih di anggap sempit dan kurang lengkap, sehingga Wiliam J. Stanton mengemukakan pengertian yang lain tentang pasar ini, yakni: pasar adalah orang-orang yang mempunyai keinginan untuk puas, uang untuk berbelanja dan kemauan untuk membelanjakannya. Jadi dalam pengertian tersebut terdapat tiga factor utama yang menunjang terjadinya pasar:
1.   Orang dengan segala keinginannya
2.   Daya beli mereka
3.   Tingkah laku dalam pembelian mereka.
      Meskipun seseorang mempunyai keinginan untuk membeli suatu barang, tetapi tanpa ditunjang oleh daya beli dan kemauan untuk membelanjakan uangnya, maka orang itu bukan bagian dari pasar. Sebaliknya seseorang mempunyai kemampuan tetapi bila ia tidak ingin membeli suatu barang ia bukan merupakan pasar bagi penjualan barang tersebut; ini pendapatan Shanton
      Pengertian pemasaran tidak lain daripada suatu proses perpindahan barang atau jasa dari tangan produsen ke tangan konsumen. Atau dapat dikatakan pula bahwa pemasaran adalah semua kegiatan usaha yang bertalian dengan arus penyerahan barang dan jasa-jasa dari produsen ke konsumen dalam arti luas pemasaran meliputi pula hal-hal yang bersifat abstrak seperti asuransi, surat-surat saham dan surat surat obligasi.
Beberapa ahli memberikan bermacam-macam definisi tentang pemasaran antara lain:
1.   Philip dan Ducan:  Pemasaran meliputi semua langkah yang digunakan atau dipergunakan untuk menempatkan barang-barang nyata ke tangan konsumen.
2.   W.J Stanton: Pemasaran meliputi keseluruahan sistem yang berhubungan dengan kegiatan-kegiatan usaha, yang bertujuan merencanakan, menentukan harga, hngga mempromosikan, dan mendistribusikan barang-barang atau jasa yang memuaskan kebutuhan pembeli, baik yang actual maupun yang potensial.
3.   P.H Nystrom; Pemasaran meliputi segala kegiatan mengenai penyaluran barang dan jasa dari tangan ke produsen ke tangan konsumen
4.   American Marketing Association: Pemasaran pelaksanaan kegiatan usaha niaga yang diarahkan pada arus barang dan jasa dari produsen ke konsumen.
      Dengan demikian bahwa ruang lingkup pemasaran merupakan proses perpindahan barang dan jasa dari tangan produsen ke tangan konsumen, tidaklah sederhana namanya. Jangkauan pemasaran sangatlah luas. Berbagai tahap kegiatan harus dilalui oleh barang barang dan jasa sampai ke tangan konsumen.
      Ruang lingkup yang luas itu kemudian dapat disederhanakan menjadi empat kegiatan utama yang lazim di sebut sebagai 4 P dalam pemasaran.
1.   Product: yang menyangkut pemiihan barang dan jasa yang ditawarkan secara tepat.
2.   Price: menyangkut penetapan harga jual barang yang sesuai dengan kualitas barang dan dapat dijangkau oleh konsumen.
3.   Place: menyangkut pemilihan cara pendistribusian barang dan jasa sehngga sampai ke tangan konsumen.
4.   Promotion: menyangkut pemilihan kebijaksanaan promosi yang tepat sesuai dengan barang atau jasa yang ditawarkan.
2.  Orientasi Pemasaran
      Aktivitas pemasaran telah berkembanng maju sejalan dan mengikuti dengan tahap perkembangan ekonomi. Konsep pemasaran yang dianggap maju/baru akan beronterasi ke pasar/konsumen. Sedangkan konsepe pemasaran yang lama berorientasikan ke arah product.
3.  Beberapa Macam Pasar
      Ada banyak pengertian pasar yang dapat ditemui namun untuk keperluan pembahasan manajemen pemasaran, akan digunakan pengertian sebagai berikkut:
      Pasar adalah sekumpulan orang/keluarga atau instasi yang mempunyai kebutuhan dan daya beli.
Pasar pada hakikatnya di bagi 4 golongan yaitu:
1.  Pasar konsumsi adalah Pasar untuk barang dan jasa yang dibeli atau disewa oleh perorangan atau keluarga untuk penggunaan pribadi (tidak untuk bisnis)
2.  Pasar Industrial adalah Pasar untuk barang dan jasa yang di beli atau disewa oleh perorangan atau organisasi untuk digunakan pada produksi barang atau jasa lain, baik untuk dijual ataupun untuk disewakan (untuk proses bisnis lebih lanjut)
3.  Pasar Reselier adalah Suatu pasar yang terdiri dari perorangan dan organisasi, biasanya disebut pedagang-pedagang menenngah (middlemen)
-          Dealer
-          Distributor
-          Grossier
-          Agents
-          Retails
Kesemuanya ini untuk keperluan penjualan kembali atau menyewakannya kepada orang lain dengan memperoleh keuntungan
4.  Pasar government adalah Suatu pasar yang terdiri dari unit-unit pemerintah pusat dan daerah, maupun departemen yang membeli atau menyewa barang untuk menjalankan tugas-tugas pemerintah. Pasar ini adalah merupakan pasar yang potensial (potensial market). Di government market ini kita mengenal adanya anggotanya belanja untuk bermacam-macam sector antara lain:
1.    sector pertahanan
2.    sector pendidikan
3.    sector perhubungan
4.    sector kesehatan (rumah sakit, kesejahteraan masayarakat, dan lain sebagainya)
4.  Kegiatan Pemasaran
      Dalam manajemen pemasaran yang maju, maka kegiatan pemasaran suatu perusahaan didefinisikan sebagai berikut: manajemen pemsaran adalah suatu bagian kegiatan perusahaan yang sangat erat berhubungan dengan situasi pasar. Kegiatan itu terdiri dari:
1.   mengetahui kebutuhan dan minat khusus pasar
2.   menciptakan dan menjamin adanya produk yang memnuhi kebutuhan pasar.
3.   menciptakan dan memelihara pasar dari produk.
      Kegiatan tersebut direncanakan, diorganisir dan di kendalikan untuk memenuhi kehendak konsumen, pemilik, penyalur dan semua pihak yang kepentingan atas kegiatan perusahaan tersebut.
      Kegiatan pemasaran tersebut dapat diperinci sebagai kegiatan-kegiatan;
a.   riset
b.   manajemen produksi
c.   penetapan harga
d.   promosi
e.   penjualan
f.    distribusi
Kegiatan pemasaran tersebut dapat diperinci sebagai kegiatan-kegiatan:
a. Riset pasar
      Riset Pasar adalah sesuatu yang penting dalam bisnis karena dengan riset pasar akan diketahui apa yang dibutuhkan pasar atau masyarakat dan juga mengetahui pesaing-pesaing bisnis yang ada.
      Riset pasar dan strategi pemasaran sangat penting karena sebagai peletakan batu pertama untuk membuat prodak/service yang laku. Riset Pasar juga berlaku untuk industri-industri software menengah dan kecil, membuat prodak/service kemudian menjualnya secara massal karena penjualan masal berpotensi memberikan keuntungan yang lebih besar.
Dengan mengetahui apa yang dibutuhkan pasar dan pesaing yang ada dapat membuat prodak/service yang sesuai dengan pasar dan dapat membuat prodak/service yang dapat bersaing. Dari hasil riset pasar dapat juga diketahui siapa yang membutuhkan produk/service kita, dimana produk/service tersebut dibutuhkan dan kapan produk/service tersebut dibutuhkan, dan kualitas produk/sercvice seperti apa yang dibutuhkan.
Selain itu juga dapat diketahui juga besar permintaan nyata dan potensi permintaan, kemudian kapan saat-saat permintaan memuncak, kapan saat-saat menurun. Sehingga kecenderungan - kecenderuangan dan trend pasar dapat diketahui apakah terus menaik atau pada saat tertentu akan menurun.
Prodak/service yang laku adalah bukan prodak/service yang perfek - segala bisa - feature hiper komplit - very full customize tetapi yang laku adalah prodak/service yang disukai dan dibutuhkan oleh pasar atau masyarakat.
Sebagai contoh lagu-lagu Kangen Band lebih laku dipasar dari lagu-lagu Yovie and Nuno, Karna lagu Kangen Band lebih disuka oleh pasar/masyarakat musik Indonesia. Kalau di bandingkan dari sisi kualitas musik mungkin Yovie dan Nuno lebih baik.
b. Manajemen produksi
      Manajemen produksi merupakan salah satu bagian dari bidang manajemen yang mempunyai peran dalam mengoordinasi kan berbagai kegiatan untuk mencapai tujuan. Untuk mengatur kegiatan ini, perlu dibuat keputusan-keputusan yang berhubungna dengan usaha-usaha untuk mencapai tujuan agar barang dan jasa yang dihasilkan sesuai dengan apa yang direncanakan. Dengan demikian, manajemen produksi menyangkut pengambilan keputusan yang berhubungan dengan proses produksi untuk mencapai tujuan organisasi atau perusahaan.
c. Penetapan harga
      Harga adalah salah satu unsur bauran pemasaran yang menghasilkan pendapatan; unsur-unsur lainnya menghasilkan biaya. Harga barangkali adalah unsur program pemasaran yang paling mudah disesuaikan; ciri-ciri produk, saluran bahkan promosi membutuhkan lebih banyak waktu. Harga juga mengkomunikasikan posisi nilai yang dimaksudkan perusahaan tersebut kepada pasar tentang produk atau mereknya. Sebagai produk yang dirancang dan dipasarkan dengan baik, dapat menentukan premium harga dan mendapatkan laba besar
      Harga tidak hanya sekedar angka pada label atau barang. Sepanjang sejarah, pada umumnya harga ditetapkan melalui negosiasi antara pembeli dan penjual. Secara tradisional, harga telah diperlakukan sebagai penentu utama pilihan pembeli. Walaupun faktor-faktor non harga telah makin berperan penting selama beberapa dasarsa belakangan ini, harga masih tetap merupakan salah satu unsur terpenting dalam menentukan pangsa pasar dan profitabilitas.
      Bagaimana perusahaan menetapkan harga. Perusahaan-perusahaan melakukan penetapan harganya dengan berbagai cara:
·         Di perusahaan-perusahaan kecil, harga sering ditetapkan pimpinan tertinggi.
·         Di perusahaan-perusahaan besar, penetapan harga ditangani manajer divisi dan lini produk.
·         Yang lain menggunakan harga sebagai alat strategi penting. Mereka mengkustomisassi harga dan penawaran berbasis pada nilai dan biaya segmen.



d. Promosi
Promosi pada hakekatnya adalah suatu komunikasi pemasaran, artinya aktifitas pemasaran yang berusaha menyebarkan informasi, mempengaruhi/ membujuk, dan atau mengingatkan pasar sasaran atas perusahaan dan produknya agar bersedia menerima, membeli dan loyal pada produk yang ditawarkan perusahaan yang bersangkutan, Tjiptono (2001 : 219).
Sementara Sistaningrum (2002 : 98) mengungkapkan arti promosi adalah suatu upaya atau kegiatan perusahaan dalam mempengaruhi ”konsumen aktual” maupun ”konsumen potensial” agar mereka mau melakukan pembelian terhadap produk yang ditawarkan, saat ini atau dimasa yang akan datang. Konsumen aktual adalah konsumen yang langsung membeli produk yang ditawarkan pada saat atau sesaat setelah promosi produk tersebut dilancarkan perusahaan. Dan konsumen potensial adalah konsumen yang berminat melakukan pembelian terhadap produk yang ditawarkan perusahaan dimasa yang akan datang.
Adapun tujuan dari pada perusahaan melakukan promosi menurut Tjiptono (2001 : 221) adalah menginformasikan (informing), mempengaruhi dan membujuk (persuading) serta mengingatkan (reminding) pelangggan tentang perusahaan dan bauran pemasarannya. Sistaningrum (2002 : 98) menjelaskan tujuan promosi adalah empat hal, yaitu memperkenalkan diri, membujuk, modifikasi dan membentuk tingkah laku serta mengingatkan kembali tentang produk dan perusahaan yang bersangkutan.
Pada prinsipnya antara keduanya adalah sama, yaitu sama-sama menjelaskan bila produk masih baru maka perlu memperkenalkan atau menginformasikan kepada konsumen bahwa saat ini ada produk baru yang tidak kalah dengan produk yang lama. Setelah konsumen mengetahui produk yang baru, diharapkan konsumen akan terpengaruh dan terbujuk sehingga beralih ke produk tersebut. Dan pada akhirnya, perusahaan hanya sekedar mengingatkan bahwa produk tersebut tetap bagus untuk dikonsumsi. Hal ini dilakukan karena banyaknya serangan yang datang dari para pesaing.
Dalam melakukan promosi agar dapat efektif perlu adanya bauran promosi, yaitu kombinasi yang optimal bagi berbagai jenis kegiatan atau pemilihan jenis kegiatan promosi yang paling efektif dalam meningkatkan penjualan. Ada empat jenis kegiatan promosi, antara lain : (Kotler, 2001:98-100)
1.   Periklanan (Advertising), yaitu bentuk promosi non personal dengan  menggunakan berbagai media yang ditujukan untuk merangsang pembelian.
2.   Penjualan Tatap Muka (Personal Selling), yaitu bentuk promosi secara personal dengan presentasi lisan dalam suatu percakapan dengan calon pembeli yang ditujukan untuk merangsang pembelian.
3.   Publisitas (Publisity), yaitu suatu bentuk promosi non personal mengenai, pelayanan atau kesatuan usaha tertentu dengan jalan mengulas informasi/ berita tentangnya (pada umumnya bersifat ilmiah).
4.   Promosi Penjualan (Sales promotion), yaitu suatu bentuk promosi diluar ketiga bentuk diatas yang ditujukan untuk merangsang pembelian.
5.   Pemasaran Langsung (Direct marketing), yaitu suatu bentuk penjualan perorangan secara langsung ditujukan untuk mempengaruhi pembelian konsumen.
e. Penjualan
Penjualan adalah suatu usaha yang terpadu untuk mengembangkan rencana-rencana strategis yang diarahkan pada usaha pemuasan kebutuhan dan keinginan pemebeli, guna mendapatkan penjualan yang menghasilkan laba (Marwan, 1991). Penjualan merupakan sumber hidup suatu perusahaan, karena dari penjualan dapat diperoleh laba serta suatu usaha memikat konsumen yang diusahakan untuk mengetahui daya tarik mereka sehingga dapat mengetahui hasil produk yang dihasikan. Menurut Winardi (1982), penjualan adalah suatu transfer hak atas benda-benda. Dari penjelasan tersebut dalam memindahkan atau mentransfer barang dan jasa diperlukan orang-orang yang bekerja dibidang penjualan seperti pelaksnaan dagang, agen, wakil pelayanan dan wakil pemasaran.
Sering kegiatan tersebut di kelompokkan menjadi 4 bagian besar, dan di kenal sebagai 4 P. product, price, promotion dan place.
      kegiatan pemasaran tersebut diatas yang dikelompokkan menjadi 4P adalah merupakan marketing mix. Marketing Mix adalah kerngaka daripada suatu keputusan pemasaran yang variable (marketing decision variable) daam setiap perusahaan di dalam waktu atau sampai batas waktu tertentu/khusus.

1. Produk
Produk secara singkat menurut Philip Kotler “Dasar-dasar Pemasaran” (1989:89) dapat didefinisikan sebagai berikut:“Produk adalah apa yang diapat ditawarkan daidalam pasar untuk dipertahankan, dimiliki, digunakan atau dikonsumsi sehingga dapat memusaskan keinginan atau kebutuhan termasuk didalam adalah objek fisik, jasa, orang, tempat organisasi dan gagasan.” Sehingga dapat disimpulkan bahwa yang dimaksud produk adalah suatu yang berwujud maupun sesuatu yang tidak berwujud yang lazim disebut jasa. Dari definisi diatas terkandung tiga makna yang perlu dibedakan:
1.   Produk ini yang merupakan manfaat yang dicari oleh pembeli.
2.   Produk formal yaitu obyek fisik yang ditawarkan seperti : kemasan, merek, mutu
3.   Produk yang disempurnakan yaitu mencakup keseluruhan manfaat yang diberikan oleh produk formal.
Dari ketiga makna produk, menumbulkan gagasan bagi pemasar selalu mempertimbangkan konsumsi konsumen yaitu bagaimana cara seseorang membeli, bukan semata-mata dipengaruhi oleh manfaat yang dicai, melainkan dipengaruhi oleh faktor –faktor lain yang menyertai barang yang bersangkutan. Maka dari itu produk digolongkan menjadi:
1.    Penggolongan menurut tujuan pemakainya
a.    Barang konsumsi
Barang konsumsi yaitu barang-barang yang dibeli untuk dikonsumsikan, jadi barang ini untuk dikonsumsikan sendiri dan tidak digunakan untuk proses produksi. Barang konsumsi dapat dibedakan menjadi:
·         Barang konvenien, yaitu barang yang mudah dipakai pembeliannya dapat disembarang tempat dan pada setiap waktu.
·         Barang shopping, adalah barang yang harus dibeli dengan mencari terlebih dahulu dan didalam pembeliannya harus dipertimbangkan secara matang.
·         Barang special adalah barang yang mempynyai ciri khas dan hanya dapat dibeli ditempat tertentu saja, untuk memperolehnya konsumen harus mengeluarkan pengorbanan yang sangat besar
b.    Barang industry
Adalah yang dibeli untuk menghasilkan barang lain atau untuk menyelenggarakan suatu usaha.
2. Penggolongan menurut tingkat konsumsi dan konkret tidaknya suatu barang
a)  Barang tahan lama Adalah barang konkret yang dapat digunakan dalam jangka waktu tertentu
b)  Barang tidak tahan lama Adalah barang konkret yang habis dikonsumsikan setelah digunakan sekali atau beberapa kali
c)   Jasa Adalah kegiatan, kegunaan atau kepuasan yang dijual berdasarkan.
Berdasarkan uraian diatas maka produk yang dihasilkan home industri adalah barang konsumsi.
2. Kebijakan Harga
Dalam penetapan harga jual, perusahaan harus memperhatikan berbagai pihak antara lain para konsumen akhir, para penyalur, saingan, para suplier, bahan, dana, tenaga kerja dan para manager perusahaan yang bersangkutan. Segala keputusan yang berhubungan dengan harga akan sangat mempengaruhi beberapa aspek kegiatan perusahaan, baik menyangkut kegiatan penjualan maupun aspek keuntungan yang mau dicapai oleh perusahaan.
Dengan demikian semua keputusan yang berkaitan dengan harga hendaknya harus dipertimbangkan secara sungguh-sungguh dan mendalam serta memperhatikan aspek intern dan ekstern perusahaan. Marius P Angipora (1998 : 186) mendefinisikan kebijakan harga sebagai berikut: Tuntutan atau pedoman managerial yang akan diperlukan untuk membuat keputusan-keputusan dimasa yang akan datang bila mana situasi menuntutnya.
Dengan deikian sebuah kebijakan dapat menjadi suatu tindakan konkrit yang secara rutin diikuti bila mana sebuah situasi taktis atau strategis tertentu menuntutnya.
Apabila produk dipresepsikan berkualitas tinggi dan manfaatnya dianggap banyak, maka harga akan dinilai murah. Tetapi apabila presepsi konsumen terhadap kualitas rendah dan manfaatnya dianggap kurang, maka harga umumnya dianggap mahal, dengan dasar pemikiran yang demikian.
Harga bisa juga didefinisikan suatu takaran perbandingan antara pengorbanan dan manfaat dalam pikiran (asumsi konsumen). Untuk mencapai keunggulan dalam harga, menurut Michael Treacy, diperlukan keunggulan operasional (operational exelence) dengan keunggulan operasional akan memberikan perpaduan kualitas, harga dan kemudahan dalam membeli (Michael Treacy & Fred Wiessema, Op Cit 22)
Dengan keunggulan dalam pelaksanaan operasi perusahaan, maka perushaan akan dapat menekan biaya produksi. Dengan demikian harga jual dapa ditekan lebih rendah lagi.
Namun presepsi konsumen tidak secara mutlak mampu membuat konsumen mengabaikan harga. Sebab konsumen pada umumnya memiliki suatu acuan dalam menilai harga. Acuan atau dasar yang sering dijadikan konsumen dalam menilai harga adalah:
a.    Harga produk lain.
b.    Perubahan waktu pembelian
c.    Lingkungan pembelian
Selain hal penetapkan harga diatas , Perusahaan juga dapat  menggunakan cara dengan melakukan  pendekatan penetapan harga secara umum yang meliputi satu atau lebih diantara tiga perangkat perimbangan berikut ini yakni:
1. Cost-Based Pricing (Penetapan harga berdasarkan biaya)
a)  Cost-Plus-Pricing (Penetapan harga biaya plus)
Metode ini merupakan metode penelitian harga yang paling sederhana, dimana metode ini menambah standar mark-up terhadap biaya produk.
b)  Break Even Analysis and Target Profit Pricing (Analisis peluang pokok dan penetapan harga laba sasaran).
Suatu metode yang digunakan perusahaan untuk menetapkan harga apakah akan break even atau membuat target laba yang akan dicari.
2. Value-Based Pricing (Penetapan harga berdasarkan nilai)
Metode ini menggunakan satu persepsi nilai dari pembeli (bukan dari biaya penjualan) untuk menetapkan suatu harga.
3. Competition-Based Pricing (Penetapan harga berdasarkan persaingan)
a)  Going-rate Pricing (Penetapan harga berdasarkan harga yang berlaku)
Perusahaan mendasarkan harganya pada harga pesaing dan kurang memperhatikan biaya dan permintaannya. Perusahaan dapat mengenakan harga yang sama, lebih tinggi atau lebih rendah dan pesaing utamanya.
b)  Scaled-Bid Pricing (Penetapan harga penawaran tertutup)
Perusahaan menetapkan pesaing dan bukan berdasarkan hubungan yang kaku atas biaya atau permintaan perusahaan.
3. Distribusi/Place   
Setelah barang selesai dibuat dan siap untuk dipasarkan, tahap berikutnya dalam proses pemasaran adalah menentukan metode dan rute yang akan dipakai untuk menyalurkan barang tersebut kepasar. Hal ini menyangkut strategi penyaluran dan termasuk didalam pemiilihan penyaluran distribusi.
Secara singkat saluran distribusi menurut Drs. Basu Swasta (1990) tersebut dapat didefinisikan sebagai saluran distribusi untuk suatu barang adalah:
“Saluran yang digunakan oleh produsen untuk menyalurkan barang tersebut dari produsen sampai ke konsumen atau pemakai industri”
Willian J. Stanto (1986 : 81) membagi gambaran umum mengenai saluran distribusi yang paling banyak digunakan untuk barang hasil produksi buat konsumen atau pemakai industri antara lain:
a.  Distribusi barang-barang konsumen
1)  Produsen Konsumen
Merupakan saluran distribusi paling pendek dan sederhana untuk arang konsumen tanpa campur tangan perantara
2)  Produsen Pengecer Konsumen
Dalam saluran distribusi ini, perusahaan pengecer besar membeli lansung dari produsen industry
3)  Produsen Pedagang besar Pengecer Konsumen
Disebut juga saluran tradisional karna beribu-ribu pengecer kecil dan produsen industri kecil menganggap saluran ini sebagai saluran paling ekonomis.
4)  Produsen Agen Pengecer Konsumen
Dari pada menggunakan pedagang pasar, produsen banyak menggunakan agen, makelar atau agen perantara lain untuk mencapai pasar eceran, khususnya perusahaan besar pengecer
5)  Produsen Agen Pedagang besar Pengecer Konsumen
Untuk dapat mencapai pengeceran kecil, produsen juga menggunakan perantara yang menghubungi pasar besar yang menjual kepada pengecer kecil.
b.    Distribusi barang industry
1)  Produsen Pemakai Industri
Hubungan lansung ini menyalurkan produksi industri dengan nilai dolar lebih besar dibandingkan dengan saluran distribusi lain
2)  Produsen ... Distributor Industri Pemakai
Produsen peralatan assesoris kecil kerap kali memasuki pasaran mereka
3)  Produsen Agen Pemakai
Perusahaan yang hendak memasarkan produk baru atau hendak memasuki pasaran baru lebih suka menggunakan agen dari pada tenaga penjual
4)  Produsen Agen Distributor Industri Pemakai
5)  Cara ini dipakai dalam keadan produsen tidak menjual maupun menjual lewat agen lansung kepada pemakai industri.
4. Promosi
Luas ruang lingkup kegiatan promosi dipengaruhi oleh macam-macam kegiatan yang dipergunakan. Dan kegiatan promosi dari perusahaan saingan merupakan faktor lain yang perlu dipertimbangkan oleh perusahaan dalam memasarkan produknya. Promosu menurut Basu Swaswa Dh Op. Cit (273) adalah: “Arus informasi atau persuasi satu arah yang dibuat untuk mengarahkan seseorang atau organisai kepada tindakan untuk menciptakan pertukaran dalam pemasaran.” Philip Kotler “Manajemen Pemasaran Analisis” (1983 : 177) membagi kegiatan promosi kedalam beberapa element, antara lain:
a.   Periklanan
Yaitu setiap penyajian yang bukan dengan orang pribadi dan promosi, ide-ide, barang atau jasa dengan pembayaran oleh suatu sponsor tertentu. Adapun fungsi-fungsi periklanan adalah sebagai berikut:
-    Memberikan informasi.
-    Membujuk atau mempengaruhi
-    Menciptakan kesan (image)
-    Memuaskan keinginan
-    Periklanan merupakan alat komunikasi
b.   Penjualan pribadi (pesonal selling)
Yaitu penyajian yang secara lisan dalam percakapan bersama calon pembeli dengan tujuan melaksanakan jual beli.
Fungsi dari tenaga penjualan adalah:
-    Mengadakan analisa pasar
-    Menentukan komunikasi
-    Memajukan langganan
-    Memperhatikan langganan
-    Mengatasi masalah
-    Mengatur waktu
-    Mengalokasi sumber-sumber
-    Meningkatkan kemampuan diri
c.   Promosi dagang
Yaitu ransangan (stimulation) jangka pendek untuk mendorong jual beli suatu barang atau jasa.
-    Pembelian contoh (product sampling)
-    Kupon atau nota
-    Hadiah
-    Kupon berhadiah
-    Undian
d.   Publisitas
Yaitu penggairahan bukan bribadi untuk meransang permintaan terhadap suatu barang atau jasa, atau suatu unit niaga dengan menanam berita dengan sifat komersil dalam suatu media penerbitan atau untuk memperoleh penyajian baik dalam siaran radio, TV, atau dipentas tanpa lansung dibayar oleh seorang sponsor.
Sofyan Assauri memandang tentang sifat - sifat yang terdapat pada publisitas dalam buku “Manajemen Pemasaran Dasar, Konsep dan Strategi (260) adalah :
1.    Tingkat kebenaran atau  kepercayaan yang tinggi
Pemberian publisitasyang diberikan pada masyarakat dianggap sebagai suatu yang benar atau lebih dipercaya daripada bila berita tersebut dikeluarkan dengan sponsor daripenjualan sebagai bertanya tidak memihak.
2.    Mendramatisir
Sepersi advantasi, publisitas juga mempunyai kemampuan untuk menggambar produk atau jasa perusahaan dalam bentuk cerita yang jelas. Oleh karena itu perusahaan harus dapat berusaha mempengaruhi para konsumen untuk dapat menciptakan permintaan atau produknya, yang merupakan salah satu bauran pemasaran secara keseluruhan dan dikendalikan dengan baik akan dapat meningkatkan penjualan dan market share.

BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
1.   Pasar tempat dimana ada penjual, pembeli, dan kegiatan transaksi. Sedangkan pemasaran adalah sebuah proses atau kegiatan yg didalamnya terdapat unsur-unsur pasar. Jadi pasar dan pemasaran saling berhubungan satu sama lain.
2.   Orentasi pemasaran dimana Aktivitas pemasaran telah berkembanng maju sejalan dan mengikuti dengan tahap perkembangan ekonomi. Konsep pemasaran yang dianggap maju/baru akan beronterasi ke pasar/konsumen. Sedangkan konsep pemasaran yang lama berorientasikan ke arah product.
3.   Macam-macam Pasar
v  Pasar konsumsi adalah Pasar untuk barang dan jasa yang dibeli atau disewa oleh perorangan atau keluarga untuk penggunaan pribadi (tidak untuk bisnis)
v  Pasar Industrial adalah Pasar untuk barang dan jasa yang di beli atau disewa oleh perorangan atau organisasi untuk digunakan pada produksi barang atau jasa lain, baik untuk dijual ataupun untuk disewakan (untuk proses bisnis lebih lanjut)
v  Pasar Reselier adalah Suatu pasar yang terdiri dari perorangan dan organisasi, biasanya disebut pedagang-pedagang menenngah (middlemen)
v  Pasar government adalah Suatu pasar yang terdiri dari unit-unit pemerintah pusat dan daerah, maupun departemen yang membeli atau menyewa barang untuk menjalankan tugas-tugas pemerintah. Pasar ini adalah merupakan pasar yang potensial (potensial market).
4.   Kegiatan pemasaran
Dalam manajemen pemasaran yang maju, maka kegiatan pemasaran suatu perusahaan didefinisikan sebagai berikut: manajemen pemsaran adalah suatu bagian kegiatan perusahaan yang sangat erat berhubungan dengan situasi pasar. Kegiatan itu terdiri dari:
a.   Mengetahui kebutuhan dan minat khusus pasar
b.   Menciptakan dan menjamin adanya produk yang memnuhi kebutuhan pasar.
c.   Menciptakan dan memelihara pasar dari produk.
Kegiatan tersebut direncanakan, diorganisir dan di kendalikan untuk memenuhi kehendak konsumen, pemilik, penyalur dan semua pihak yang kepentingan atas kegiatan perusahaan tersebut. Kegiatan pemasaran tersebut dapat diperinci sebagai kegiatan-kegiatan; riset, manajemen produksi, penetapan harga, promosi, penjualan dan distribusi.

Ditulis Oleh : Amierul Azzam ~ Amierul El Neymar JR

Amier El Neymar JR Sobat sedang membaca artikel tentang Makalah Tentang Pasar Dan Pemasaran. Dan terimakasih atas kunjungan sobat. Oleh Admin : Sobat diperbolehkan mengcopy paste atau menyebar-luaskan artikel ini, namun jangan lupa untuk meletakkan link dibawah ini sebagai sumbernya

:: Get this widget ! ::

Tidak ada komentar: